Kamis, 08 Januari 2009

Joke on joke

Q : Why oysters never give in charity ?
......................
A : Because they 're shellfish

Jumat, 26 Desember 2008

Harga Kesetiaan Zhao Zhi Long.

Harga Kesetiaan Zhao Zhi Long.

Zhao Yun , salah satu Jendral dari Lima Harimau menyelamatkan Liu Chan putra Liu Bei seorang diri. Menerobos ribuan pasukan Cao-Cao hingga melepaskan diri dan mengantarkan sang bayi dengan selamat kepada ayahnya. Sungguh diluar dugaan Liu Bei malah berkata dengan lantang “ Demi engkau agar bisa menyusu, aku hampir kehilangan seorang Jendral Besar !” seraya menghempaskan darah dagingnya sendiri ke lantai. Liu Bei menunjukkan bahwa Zhao Yun lebih penting dari darah dagingnya sendiri. Hal inilah yang membuat Zhao Yun sangat setia kepada Liu Bei.

Pilar Besar dan Pilar Kecil

Pilar Besar dan Pilar Kecil

Cao Zhi putra Cao-Cao sangat piawai membuat puisi “Paviliun Burung Perak “, tahukah Anda puisi inilah yang membuat Wu berani melawan Wei.

Cao-Cao merencanakan akan menginvasi JianDong daerah kekuasaan Sun Quan dengan mengirimkan utusan yang menawarkan solusi bila Sun Quan mau menyerah.

Zhuge Liang yang mengetahui rencana ini menawarkan aliansi melawan Cao-Cao. Para penasihat dan menteri Sun Quan menghimbau agar Sun Quan menyerah kepada Cao-

Cao yang memiliki jumlah pasukan yg jauh lebih besar demi rakyat mereka. Sun Quan bimbang dan berdiskusi dengan jendral kepercayaannya Zhou Yu. Zhuge Liang dengan cerdik melantunkan puisi Cao Zhi “Dia akan memiliki kedua putri Qiao dan bersenang senang dengan mereka dari pagi hingga sore hari”. Sun Quan dan Zhou Yu sangat marah karena Zhuge Liang mengibaratkan isi dari puisi tersebut adalah bahwa Cao-Cao menyerang negeri Wu adalah untuk merebut istri mereka Da Qiao dan Xiao Qiao. Peristiwa ini yang menyebabkan Pertempuran Tebing Merah (Battle of Red Cliff).

Zhuge Liang memanfaatkan puisi buatan anak Cao Cao sendiri untuk mempengaruhi Sun Quan melawan Cao-Cao. Einstein Tiga Negara ini sudah tahu jauh sebelumnya bahwa makna sesungguhnya dari puisi tersebut adalah bercerita tentang keindahan Paviliun Burung Perak dan pilar jembatannya. Dimana kedua putri Qiao yang dimaksud dilafalkan dalam bahasa Mandarin yaitu Da Qiao dan Xiao Qiao adalah benar benar Pilar Besar ( Da Qiao ) dan Pilar Kecil ( Xiao Qiao ) jembatan Paviliun Burung Merak. Bukan istri dari Sun Quan dan Zhou Yu. Cerdik dan efektif bukan ? Tanpa harus memohon-mohon dan kerja keras mempengaruhi mereka. Biarkan mereka sendiri yg melawan dgn penuh amarah. Dan hasilnya Cao-Cao menderita kekalahan besar di Chibi.

Minggu, 14 Desember 2008

Monday Joke

Jika Wanita diumpamakan Ikan, kategori ikan apakah yang jadi favorite anda?

IKAN SALMONBentuknya ramping, indah, dagingnya pink muda dan enak dimakan. Tapi sayangnya mahal, soalnya masih import.INI WANITA KARIR.....

IKAN SAPU-SAPUJenis ini murah dan selalu nempel dikaca akuarium. Kalo udah nempel, susah banget lepasnya.INI CEWEK SMU........

IKAN LELEKalo yang ini harganya murah dan bisa dimakan kapan saja. Tapi hati-hati, ada patilnya dan harus hati-hatiINI CEWEK PANGGILAN.......

KAN MAS KOKINah, ini juga jenis ikan lumayan mahal, indah bentuknya, warnanya, dan lenggak- lenggoknya. Sayangnya hanya bisa dikagumi, tak bisa dimakan, karena ikan hiasan.....INI BINI ORANG.......

IKAN TERIRasanya asin, murah, bentuk dan rasanya begitu- begituuu... saja.INI BINI SENDIRI

Jumat, 12 Desember 2008

Memancing Harimau Turun Gunung 調虎離山 Episode 1

Pernah ngak Anda mengalami situasi seperti ini? Bangun pagi, minum kopi, sarapan kwetiau goreng dan cah kwee sambil baca koran terus ada iklan warna warni gede 1 halaman penuh, iklannya tentang mall Ahok lagi clearance sale 20%, 50% bahkan ada yg 50 % plus 35 % plus undian hadiah Truk Gandeng lagi. Layaknya orang kesurupan langsungberangkat kemall itu dalam sekejap keranjang belanjaan penuh, tangan kiri pegang belanjaan 15kg, tangan kanan 20kg padahal yang ngangkat berat badannya cuma 45 kg. Kalo pernah berarti Andalah harimau yang telah turun gunung. Kondisi seperti ini tanpa disadari selalu efektif dan menuai segudang feed back.

Hasilnya penjualan naik hampir 2 X lipat, perusahaan Ahok makin makmur dan makin sering pesta diskonnya. Perusahaan tahu masih banyak konsumen yang mempunyai daya beli yang cukup baik, masalahnya hanya bagaimana menarik mereka keluar dari tempat persembunyiannya (red : rumah / villa mertua indah / apartemen dsb). Bahkan disediakan member card gratis yg tetap berfasilitas diskon tambahan 10 % berlaku hingga dunia kiamat.

Dari kacamata konsumen diuntungkan dengan adanya potongan harga sehingga mereka mampu membeli lebih banyak kebutuhan dan menurut mereka lebih hemat (red: hemat? Coba pikirkan lagi dan sediakan kalkulator). Bahkan konsumen menuntut agar lebih sering lagi diadakan pesta diskon kalo bisa sehari 2 kali . Sekali lagi disini terjadi konsumen senang, Perusahaan Ahok senang. Tidak ada yang dirugikan, malah kalo yang ngak beli itu yang rugi. Haahahahaha. Selama tidak ada yg dirugikan berarti strategi ini boleh diterapkan.

Ternyata memancing harimau turun gunung itu tidak sesulit kedengarannya. Yang sulit itu mencabut kumis harimau yang sedang tidur pulas. Dijamin GAWAT !

Banyak jalan menuju Luo Yang

Cao Cao pernah menerima upeti berupa seekor gajah dataran Nan Man yang sangat besar . Semua orang takjub dan sangat ingin tahu berapa berat gajah Nan Man itu. Tak kepalang Cao Cao juga penasaran dibuatnya, para jendral sibuk mencari cara bagaimana menimbang berat gajah tersebut. (red: Jangankan jaman itu , sekarang aja mau cari dimana timbangan yg bisa nimbang gajah ?). Tidak ada seorang pun yang mampu menemukan caranya.
Putra ketiganya Cao Zhang (red: Cao Zhang dewasa terkenal sebagai jendral yg sanggup membunuh harimau dengan tangan kosong, juga dikenal sebagai jendral berjenggot kuning) yg baru berumur 5 tahun mengajak Cao Cao membawa gajah tersebut ke pelabuhan sungai. Gajah tersebut dinaikkan ke atas perahu besar, kemudian memberi tanda disisi perahu berisi gajah sampai sedalam mana perahu tersebut masuk kedalam air. Gajah diturunkan dan perahu tersebut diganti isinya dengan batu hingga mencapai kedalaman yg sama. Batu batu itu dikeluarkan dan kemudian ditimbang seluruhnya. Keseluruhan berat batu itulah yg mewakili berat gajah. Jadi coba dinilai sendiri pemikiran balita aja kaya gini, gimana pemikiran Zhuge Liang ama Sima Yi ?.

Kolaborasi Mutualisme

Sejak dahulu kala yang namanya kucing itu pasti musuhnya tikus. Tapi apakah pernah Anda perhatikan tikus yg dikejar kucing sampai terpojok, itu bagaimana reaksinya? Kali ini kita bahas kucing yg ukuran tubuhnya jauh lebih besar dari si tikus mungil, mengeong-ngeong, mengulur-ulurkan cakarnya kearah si tikus. Bermain main, mengancam si mungil karena sikucing berpikiran kalau dia menang dari segala aspek. Badan jauh lebih besar, taring dan cakar yg tajam dan situasi si tikus yg sedang terpojok dan gemetar karena ketakutan akan disiksa mati oleh sikucing. Situasi seperti inilah yg biasanya mampu membangkitkan kemampuan terpendam yg tidak pernah disangka-sangka oleh lawan.Si tikus mungil bisa saja nekad tidak pikir panjang (red: emang kucing ama tikus bisa mikir ?) dan menggigit hidung atau mata si kucing, kalau terjadi bukan tidak mungkin si kucing yang akan lari terbirit-birit dan kemenangan berada di pihak tikus mungil.

Didalam dunia bisnis kucing tadi diibaratkan perusahaan yg telah mapan, produknya yg telah merajai pasar namun merasa tidak puas bila masih ada perusahaan kecil (mis: perusahaan Ahok) yang masih menggarap pasar yang tidak terjangkau olehnya. Tipikal perusahaan seperti itu biasanya akan mengepung pasar tersebut dengan membuat produk pesaing dan sebagainya. Bayangkan bila suatu saat si Ahok mulai merasa terancam, dia akan mulai melakukan manuver apa saja asal dia bisa bertahan hidup, banting harga, membuat produk tiruan (toh Ahok sudah sangat terancam!) terpancing keadaan seperti ini perusahaan besar tadi mulai ikut menurunkan harga , mengurangi kualitas produksi, memperluas pasar dengan cara menjual kepada sembarang orang asal bisa mematikan pasar perusahaan kecil tersebut.

Disinilah mulai si perusahaan besar tersebut membuka kelemahannya sendiri. Biaya besar perusahaan di topang minusnya margin penjualan karena banting harga, piutang menumpuk karena penjualan kepada sembarang orang dan penurunan kualitas merusak brand image sendiri. Bila Ahok mampu menggunakan dan menyerang habis-habisan kelemahan tersebut, bukan tidak mungkin keadaan akan berbalik 360 derajat.

Jadi di zaman millenium ini, bunuh bunuhan sudah ngak laku lagi. Lebih baik bekerja sama saling membagi, tentu masing masing akan puas dengan porsinya. Idealnya perusahaan besar tersebut berkolaborasi* dengan Ahok, memberikan sedikit “jalan keluar” baginya. Memanfaatkan Ahok memproduksi barang, menjual bahan baku kepada Ahok ,membeli produk Ahok dengan harga yang saling menguntungkan, kemudian keseluruhan pemasaran dapat dilakukan perusahaan sendiri dengan merk perusahaan besar sendiri dan menjangkau pasar yang lebih luas lagi dengan adanya diversifikasi produk. Disini terjadi perusahaan besar senang Ahok pun senang. Win Win Solution.

Contoh konkrit Grup Astra, kolaborasi perusahaan antara Toyota dan Daihatsu substitusi inovasi produk otomotif malah menciptakan suatu market baru dengan project Xenia-Avanza, Terios-Rush. Penjualan project fenomenal ini sangat sulit bahkan hampir tidak mungkin disaingi oleh kompetitor otomotif lainnya.

* (red:mungkin ini yg dikenal umum sbg azas manfaat, saling memanfaatkan selama saling menguntungkan kan ngak ada salahnya)